Rabu, 29 September 2010

jawapan tugas subneting

sumber soal http://www.ziddu.com/download/9284269/romi-subnetting-soal.pdf.html



1.Ip class B terdiri dari 25 subnet dan max 300 user/net. Berarti 2^N-2 >= 300. Jadi nilai N = 9, sehingga subnet yang dibentuk 255.255.11111110.00000000 = 255.255.254.0
jb C

2./27 = 11111111.11111111.11111111.11100000
Jumlah host per subnet = 2^N
Jadi jumlah host/subnet = 32. Ip yang memungkinkan untuk host A adalah 192.168.1.65-94 . Sedangkan untuk ip 192.168.1.63 digunakan untuk broadcast.
Sehingga IP yang valid adalah 192.168.1.82 dan 192.168.1.70
Jawaban (D,F)

3.dik: IP = 172.32.192.166 subnet mask = 255.255.255.248
Blok = 256-248=8 jadi ip class B tersebut setiap subnetnya terdiri dari 8 host, sehingga ip 172.32.192.166 berada pada subnet ke 20. Dimana ip subnet tersebut antara 172.32.192.160 – 172.32.192.167
Jawaban (E)

4.Subnet mask kelas B = 255.255.0.0 sedangkan untuk subnet mask kelas C = 255.255.255.0
jadi subnet mask untuk kelas B adalah antara 255.255.0.0 – 255.255.254.0
Jawaban (D,E)

5.Range IP 172.16.128.0 – 172.16.159.255
Subnet = 159-128=31
Host keseluruhan = 31x255=7905 (1 subnet terdiri dari 255 host)
2^N-2=7905
2^N=7905+2
2^N=7907
N=13
n = 16-13=3
Subnet mask kelas B 255.255.11100000.00000000
jadi subnet masknya = 255.255.224.0
Jawaban (D)

6. IP 223.168.17.167/29
Subnet mask 255.255.255.248
Blok IP = 256-248=8 setiap subnet terdiri dari 8 host, ip 223.168.17.167 terletak pada subnet ke 20 dimana ipnya 223.168.17.160 – 223.168.17.167. ip 223.168.17.167 merupakan broadcast.
Jawaban (C)

7.IP 192.168.99.0/29
Subnet mask 255.255.255.248
n = 5 N =3
jumlah subnet = 2^N-2 = 25-2 = 32-2 = 30
jumlah host = 2^N-2 = 23-2 = 8-2 = 6
Jawaban (C)

8.IP 192.168.4.0
Subnet mask 255.255.255.224
Blok = 256-224 = 32, dalam 1 subnet terdiri dari 32 host, tetapi 2 host digunakan untuk net id dan broadcast, sehingga ip yang bias digunakan hanya 30 saja.
Jawaban (C)

9. 27 host
2^N-2 ≥ 27
2^N≥ 27+2
2^N≥ 29
n = 5
11111111.11111111.11111111.11111000
Subnet mask = 255.255.255.248
Jawaban (E)

10.Jumlah host / subnet 14 jadi
2^N-2 ≥ 14
2^N≥ 14+2
2^N≥ 16
n = 4
Subnet mask 255.255.255.11110000 = 255.255.255.240
Jawaban (C)

11. Jumlah host/subnet = 100
2^N≥ 100
n = 7
Subnet mask 255.255.11111110.0 = 255.255.254.0
Jawaban (C)

12.IP 172.32.65.13 Subnet mask 255.255.0.0
Subnet 172.32.65.0 Broadcast 172.32.65.255
Jawaban (A)

13. IP 172.16.210.0/22
/22 = 11111111.1111111.11111100.00000000
Subnet mask = 255.255.252.0
Blok = 256-252 = 4
Subnet = 210/4 ± 52
Subnet = 4x52 = 208
IP subnet 172.16.208.0
Jawaban (C)

14.IP 155.64.4.0/22
Subnet mask 255.255.252.0
Blok = 256-252 = 4
Range IP kelas B
155.64.4.0 - 155.64.7.255
IP yang valid adalah 155.64.5.128, 155.64.6.255, dan 155.64.7.64
Jawaban (B,C,E)

15.IP 200.10.5.68/28
Subnet mask 255.255.255.240
Blok = 256-240 = 16, ip 200.10.68 berada pada subnet ke 16 dengan ip subnet 200.10.5.64 Jawaban (C)

16.IP 172.16.0.0/19 kelas B
n = 19 – 16 = 3
Jumlah subnet = 2^N = 23 = 8
N = 16 -3 = 13
Jumlah host = 2N-2 = 8192-2 = 8190
Jawaban (F)

17.subnet 100 host
2n-2 ≥ 500
n = 9
N = 16-9 = 7
Jumlah host = 2N-2 = 27-2 = 128-2 = 126
subnet mask 11111111.11111111.11111111.10000000
Subnet mask 255.255.255.128
Jawaban (B)

18.IP 172.16.66.0/21
Sunet mask 11111111.11111111.11111000.00000000
Subnet mask 255.255.248.0
Subnet = 66/8 ± 8
Subnet = 8x8 = 64
IP subnet 172.16.64.0
Jawban (C)

19.IP 172.16.0.0 ip class B
subnet 100 host 500
Subnet
2n ≥ 100
n = 7
N = 16-7 = 9
Jumlah host
2N-2 = 29-2 = 512-2 = 510
Subnet mask 255.255.11111110.0 = 255.255.254.0
Jawaban (B)

20.IP 192.168.19.24/29
Subnet mask 255.255.255.248
Blok = 256-248 = 8
Range 192.168.19.24 - 192.168.19.31. ip 192.168.19.31 untuk broadcast
Sehingga IP yang valid untuk diberikan adalah 192.168.19.26
Jawaban (C)

21. 300 subnet
2n-2 ≥ 300
n = 9
Subnet mask 255.255.255.128
50 host
2N≥ 50+2 (2 untuk net id dan broadcast)
2N ≥ 50+2
2N ≥ 52
N = 6
2N-2 = 26-2 = 64-2 = 62
Subnet mask 255.255.255.192
Jawaban (B,E)

22. IP gateway 172.16.112.1/25
Subnet mask 255.255.255.128
Blok = 256-128 = 128
Range IP 172.16.112.0 - 172.16.139.255
Jawaban (A)

23.IP 172.20.0.0 kelas B
Jumlah host = 850+500+550+650+800 = 2850
2N-2 ≥ 2850
2N ≥ 2850+2
2N ≥ 2852
N = 12
n = 16-12 = 4
Subnet mask 255.255.240.0
Jawaban (B)

24. IP 172.16.17.0/22
Subnet mask 255.255.252.0
Blok = 256-252 = 4
IP yang valid adalah 172.16.18.255 dengan subnet mask 255.255.252.0
Jawaban (E)

25. IP 172.16.112.1/20
n = 4
N = 16-4 = 12
Jumlah host = 2N-2 = 212-2 = 4096-2 = 4094
Jawaban (C)

26./27
Subnet mask 255.255.255.224
Blok = 256-224 = 32
Host yang valid adalah 90.10.170.93, 143.187.16.56, dan 192.168.15.87
Jawaban (B, C, D)

27. 450 IP di kelas B
2N-2 ≥ 450
2N ≥ 450+2
2N ≥ 452
N = 9
n = 16-9 = 7
Subnet mask 255.255.254.0
Jawaban (C)

28. /27
Subnet mask 255.255.255.224
Subnet mask pada gambar adalah 255.255.255.240 sementara saharusnya 255.255.255.224
Blok = 256-224 = 32
Jaringan router berada pada range 198.18.166.32 - 198.18.166.63 sementara jaringan router berada pada range 198.18.166.64 - 198.18.166.95 (berbeda jaringan)
Jawaban (A, E)

Senin, 27 September 2010

Internet Intranet Ekstranet Internetwork

Extranet

Extranet atau Ekstranet adalah jaringan pribadi yang menggunakan protokol internet dan sistem telekomunikasi publik untuk membagi sebagian informasi bisnis atau operasi secara aman kepada penyalur (supplier), penjual (vendor), mitra (partner), pelanggan dan lain-lain.

Jadi ekstranet adalah jaringan yang dibangun untuk jaringan pribadi yang bertujuan untuk mensharing data atau informasi antara mitra bisnis untuk tujuan bisnis yang membutuhkan keamanan yang terjamin.

Internetwork

Internetwork adalah sebuah istilah yang merujuk kepada penghubungan dua buah segmen jaringan atau lebih dengan menggunakan sebuah router, sehingga terbuatlah satu buah jaringan yang lebih besar.

Jadi internetwork adalah dua buah jaringan yang dihubungkan dengan router. Bisanya jaringan yang dihubungkan berada pada dua gedung tatu lebih yang berbeda, sehingga dapat memungkinkan untuk melakukan pertukaran data.

intranet

Sebuah intranet adalah sebuah jaringan privat (private network) yang menggunakan protokol-protokol Internet (TCP/IP), untuk membagi informasi rahasia perusahaan atau operasi dalam perusahaan tersebut kepada karyawannya. Kadang-kadang, istilah intranet hanya merujuk kepada layanan yang terlihat, yakni situs web internal perusahaan.

Jadi intranet merupakan jaringan yang dibuat khusus untuk satu tempat. Sehingga data hanya dapat diakses pada jaringan tersebut saja. Selain itu di intranet kita dapat membuat web yang hanya dapat di akses pada jaringan intranet, sehingga jaringan luar tidak dapat mengakses web tersebut. Hal ini dilakukan untuk menghemat bandwith dan menjaga keamanan web.

internet

Secara harfiah, internet (kependekan dari interconnected-networking) ialah rangkaian komputer yang terhubung di dalam beberapa rangkaian.

Jadi internet adalah jaringan kumpulan dari semua jaringan yang sangat luas yang dapat mencakup seluruh bumi sehingga kita dapat melakukan pertukaran data atau informasi dengan pihak lain dengan jarak yang sangat jauh.


sumber : http://id.wikipedia.org

Minggu, 25 April 2010

Di bawah ini merupakan langkah-langkah untuk membuat sebuah domain di Windows Server 2003 pada VM Ware.


1. untuk memulai kanfigurasi domain, kita harus mengaktifkan Directory Installation Wizard. caranya jalankan "run" dan ketikan "dcpromo" lalu ok.



2. Klik "next" sampai ada pilihan tipe kontroler domain dan pilih "Domain Controller for a new domain" lalu klik "next"




3. Pilihan berikutnya pilih "Domain in a new forest" lalu "next"



4. Pada full DNS name beri nama domain yang anda inginkan. pemberian nama diakhri dengan ".com"



5. Berikutnya akan ditunjukkan netBIOS namenya. nama yang diberikan otomatis dari komputer. lalu "next"



6. Pada database and log folders berisi tempat penyimpanan database dan log folder dari Active Directory Database. lalu "next"



7. pada shared system volume klik next



8. Pada DNS Registration Diagnostics pilih option ke dua. lalu next



9. pada Permissions pilih opsional kedua, lalu next



10. isikan password pada directory Service Restore Mode Administrator passoword. password yang di gunakan harus gabungan dari hurf, angka, dan karakter. isikan kembali password pada confirm password.



11. data yang telah kita buat akan di tampilkan di summary. lalu next



12. penginstalan active directori akan di mualai. ini mungkin akan memerlukan waktu.



13. setelah selesai di instal maka akan keluar kotak dialog tanda penginstalan sudah sukses. klik finis untuk mengakhiri.



14. restart akan dibutuhkan untuk melengkapi pengistalan. pilih restart.


15. untuk memulai pengeditan atau penambahan user, group, dan OU (organizational unit) kita dapat memulainya dari start-administrator tools-active directory and computres.

tampilan yang akan muncul adalah sebagai berikut



16. untuk menambahkan user baru, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut.
- klik kanan user pada domain - new - user




- isikan first name, user logon name


- setelah itu anda akan diminta mengisi password, isi dengan kombinasi antara huruf, angka, dan karakter.


- setelah password dimasukkan, akan keluar new object user yang berisi data yang telah kita isikan. pilih finis untuk mengakhiri.


17. untuk menambah OU caranya
- klik kanan domain - new - Organizational Unit

- isikan nama OU anda lalu ok
- hasil OU nya akan terlihat seperti di gambar (nama OU di gambar samuel)


- untuk menambah group dari OU yang telah kita buat adalah
klik kanan pada OU yang baru kita buat - new - group

- isikan group name dan ok


untuk melihat apakah semua yang kita lakukan sudah benar, kita dapat mencobanya melalui web kyang kita buat secara sederhana. pada gambar telah terdapat scrip html yang sederhana. penyimpanan scrip di simpan di drive C:\inetpub\wwwroot.

kita akan melihat scrib html nya di internet explorer. caranya ketikkan alamat tempat penyimpanan tadi.


bila kita ingin dapat melihat scrib tadi dari windows maka pada settingan virtual machine, pada network connection pilih host only.


pada dns server di wind isikan alamat ip yang berada di vm server nya.








untuk menjalankan scrib tadi caranya adalah isikan alamat domain di server "/" nama file nya.

Sabtu, 10 April 2010

Remote Desktop dengan RDC

Remote Desktop adalah salah satu fitur yang terdapat di dalam sistem oprasi microsoft Windows XP, Server 2003 dan 2008, vista dan windows 7, yang mengizinkan penggunanya untuk terkoneksi ke sebuah mesin jarak jauh seolah-olah mereka duduk di depan mesin yang bersangkutan. Remote Desktop menggunakan (RDP), dan secara default berjalan di TCP port 3389.

1. sebelum melakukan rremote desktop, sebaiknya ip anda dan ip tujuananda di tetapkan terlebih dahulu. hal ini dilakukan untuk mempermudah dalam menentukan koneksi.


2. pastikan bahwa remote deskto anda sudah aktif. kita dapat mengaktifkannya melalui system properties. pada optional remote desktop pilih allow connection from computers ruhnning any version of remote

3. pastikan juga bahwa fire wall anda telah mati (off)


4. jalankan remote deskto anda. pada remote desktop isikan nama komputer tujuan dan usernamenya. untuk windows xp pada tempat tersebut langsung terdapat tempat mengisikan password tujuan seedangkan untuk windows 7 pengisian password akan ada setelah connect dipilih.
5. setelah anda connect maka anda akan berada dalam tampilan/windows tujuan. dalam hal ini anda dapat melihat data atau file di komputer tujuan. anda juga dapat mengedit isi dari komputer tujuan.

telnet

Telnet (Telecommunication network) adalah sebuah protokol jaringan yang digunakan di koneksi internet atau lokal area network. melalui telnet kita dapat mengoperasikan komputer yang kita tuju, seperti restart, shut down dan lain-lain.

berikut adalah cara untuk mengaktifkan dan menjalankan telnet.

1. sebagian windows telah mematikan telnet karena jaminan keamanannya kurang. seperti pada windows 7, telnet telah di nonaktifkan. untuk mengaktifkannya kita dapat melakukannya melalui control panel. pada program pilih program and feature kemudian di windows feature di chek telnet client dan telnet server kemudian ok. ini dilakukan untuk mengaktifkan telnet.

2. untuk konfigurasi telnet kita dapat melakukannya di services. pada services kita pilih telnet
3. pada telnet properties start type di ubah menjadi otomatis kemudian applay dan start.
4. untuk menjalankan telnet kita dapat menjalankannya melalui run. pada run ketikkan telnet dan ip tujuan. lalu ok.

5. setelah dijalankan akan keluar pertanyaan mengenai pengiriman password. pilih "n"


6. setelah itu issikan username tujuan dan password tujuan.


7. setelah anda masuk anda dapat melakukan perintah shutdown -s(untuk shutdown) -r(untuk restart) dan lainnya

Kamis, 14 Januari 2010

nmap

Nmap merupakan salah satu perangkat lunak paling banyak digunakan untuk melakukan scanning di jaringan. Nmap terkenal sebagai tool yang multiplatform, cepat, dan ringan. Berikut adalah contoh hasil dari nmap .
nmap scan report - scan @ January 14, 2010 - 10:19
• scan summary |
• scan info |
• 10.14.202.2 |
• runstats
scan summary
nmap was initiated at January 14, 2010 - 10:19 with these arguments:
nmap -T4 -A -v -PE -PS22,25,80 -PA21,23,80,3389 10.14.202.2
The process stopped at . Debugging was disabled, the verbosity level was 1.
10.14.202.2(online)
ping results

address
• 10.14.202.2 (ipv4)
ports
The 994 ports scanned but not shown below are in state: closed
Port State Service Reason Product Version Extra info
22 tcp open ssh syn-ack OpenSSH 5.0 protocol 2.0
37 tcp open time syn-ack 32 bits
53 tcp open domain syn-ack dnsmasq 2.41
113 tcp open ident syn-ack
1720 tcp filtered H.323/Q.931 no-response
8080 tcp open http-proxy syn-ack Squid webproxy 3.0.STABLE9
remote operating system guess
• used port 22/tcp (open)
• used port 1/tcp (closed)
• used port 43887/udp (closed)
• os match: Linux 2.6.8 - 2.6.27
• accuracy: 100%
• reference fingerprint line number: 21604
tcpsequence
• index: 204
• difficulty: Good luck!
• values: 3CE7F7C0,3D0DAFA5,3DB7FB5E,3D0910A2,3DD120BB
ipidsequence
• class: All zeros
• values: 0,0,0,0,0
traceroute
• port: 23
• proto:
Hop Rtt IP Host
1 843.00 10.100.0.1
2 859.00 10.0.1.130
3 766.00 10.14.202.2
runstats
• 253 sec. scanned
• 1 host(s) scanned
• 1 host(s) online
• 0 host(s) offline
• nmap version: 5.00
• xml output version: 1.03
• nmap.xsl version: 0.9b

berkut adalah yang di blok

Rabu, 13 Januari 2010

Subnetting

Subnetting adalah sebuah teknik yang mengizinkan para administrator jaringan untuk memanfaatkan 32 bit IP address yang tersedia dengan lebih efisien. Teknik subnetting membuat skala jaringan lebih luas dan tidak dibatas oleh kelas-kelas IP (IP Classes) A, B, dan C yang sudah diatur. Dengan subnetting, anda bisa membuat network dengan batasan host yang lebih realistis sesuai kebutuhan.
Subnetting menyediakan cara yang lebih fleksibel untuk menentukan bagian mana dari sebuah 32 bit IP adddress yang mewakili netword ID dan bagian mana yang mewakili host ID.
Dengan kelas-kelas IP address standar, hanya 3 kemungkinan network ID yang tersedia; 8 bit untuk kelas A, 16 bit untuk kelas B, dan 24 bit untuk kelas C. Subnetting mengizinkan anda memilih angka bit acak (arbitrary number) untuk digunakan sebagai network ID.
Dua alasan utama melakukan subnetting:
1. Mengalokasikan IP address yang terbatas supaya lebih efisien. Jika internet terbatas oleh alamat-alamat di kelas A, B, dan C, tiap network akan memliki 254, 65.000, atau 16 juta IP address untuk host devicenya. Walaupun terdapat banyak network dengan jumlah host lebih dari 254, namun hanya sedikit network (kalau tidak mau dibilang ada) yang memiliki host sebanyak 65.000 atau 16 juta. Dan network yang memiliki lebih dari 254 device akan membutuhkan alokasi kelas B dan mungkin akan menghamburkan percuma sekitar 10 ribuan IP address.
2. Alasan kedua adalah, walaupun sebuah organisasi memiliki ribuan host device, mengoperasikan semua device tersebut di dalam network ID yang sama akan memperlambat network. Cara TCP/IP bekerja mengatur agar semua komputer dengan network ID yang sama harus berada di physical network yang sama juga. Physical network memiliki domain broadcast yang sama, yang berarti sebuah medium network harus membawa semua traffic untuk network. Karena alasan kinerja, network biasanya disegmentasikan ke dalam domain broadcast yang lebih kecil – bahkan lebih kecil – dari Class C address.
SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS C
Ok, sekarang mari langsung latihan saja. Subnetting seperti apa yang terjadi dengan sebuah NETWORK ADDRESS 192.168.1.0/26 ?
Analisa:
192.168.1.0 berarti kelas C dengan Subnet Mask /26 berarti 11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192).
Penghitungan:
Seperti sudah saya sebutkan sebelumnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berpusat di 4 hal, jumlah subnet, jumlah host per subnet, blok subnet, alamat host dan broadcast yang valid. Jadi kita selesaikan dengan urutan seperti itu:
1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
2. Jumlah Host per Subnet = 2y - 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 26 - 2 = 62 host
3. Blok Subnet = 256 - 192 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi total subnetnya adalah 0, 64, 128, 192.
4. Bagaimana dengan alamat host dan broadcast yang valid? Kita langsung buat tabelnya. Sebagai catatan, host pertama adalah 1 angka setelah subnet, dan broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya.
1.
Subnet 192.168.1.0 192.168.1.64 192.168.1.128 192.168.1.192
Host Pertama 192.168.1.1 192.168.1.65 192.168.1.129 192.168.1.193
Host Terakhir 192.168.1.62 192.168.1.126 192.168.1.190 192.168.1.254
Broadcast 192.168.1.63 192.168.1.127 192.168.1.191 192.168.1.255
Kita sudah selesaikan subnetting untuk IP address Class C. Dan kita bisa melanjutkan lagi untuk subnet mask yang lain, dengan konsep dan teknik yang sama. Subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class C adalah:
Subnet Mask Nilai CIDR
255.255.255.128 /25
255.255.255.192 /26
255.255.255.224 /27
255.255.255.240 /28
255.255.255.248 /29
255.255.255.252 /30
SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS B
Berikutnya kita akan mencoba melakukan subnetting untuk IP address class B. Pertama, subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class B adalah:
Subnet Mask Nilai CIDR
255.255.128.0 /17
255.255.192.0 /18
255.255.224.0 /19
255.255.240.0 /20
255.255.248.0 /21
255.255.252.0 /22
255.255.254.0 /23
Subnet Mask Nilai CIDR
255.255.255.0 /24
255.255.255.128 /25
255.255.255.192 /26
255.255.255.224 /27
255.255.255.240 /28
255.255.255.248 /29
255.255.255.252 /30

Ok, kita coba satu soal untuk Class B dengan network address 172.16.0.0/18.
Analisa:
172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /18 berarti 11111111.11111111.11000000.00000000 (255.255.192.0).
Penghitungan:
1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada 2 oktet terakhir. Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
2. Jumlah Host per Subnet = 2y - 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada 2 oktet terakhir. Jadi jumlah host per subnet adalah 214 - 2 = 16.382 host
3. Blok Subnet = 256 - 192 = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi total subnetnya adalah 0, 64, 128, 192.
4. Alamat host dan broadcast yang valid?
Subnet 172.16.0.0 172.16.64.0 172.16.128.0 172.16.192.0
Host Pertama 172.16.0.1 172.16.64.1 172.16.128.1 172.16.192.1
Host Terakhir 172.16.63.254 172.16.127.254 172.16.191.254 172.16.255.254
Broadcast 172.16.63.255 172.16.127.255 172.16.191.255 172.16..255.255
Masih bingung? Ok kita coba satu lagi untuk Class B.Bagaimana dengan network address 172.16.0.0/25.
Analisa:
172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /25 berarti 11111111.11111111.11111111.10000000 (255.255.255.128).
Penghitungan:
1. Jumlah Subnet = 29 = 512 subnet
2. Jumlah Host per Subnet = 27 - 2 = 126 host
3. Blok Subnet = 256 - 128 = 128.
4. Alamat host dan broadcast yang valid?
Subnet 172.16.0.0 172.16.0.128 172.16.1.0 … 172.16.255.128
Host Pertama 172.16.0.1 172.16.0.129 172.16.1.1 … 172.16.255.129
Host Terakhir 172.16.0.126 172.16.0.254 172.16.1.126 … 172.16.255.254
Broadcast 172.16.0.127 172.16.0.255 172.16.1.127 … 172.16.255.255
Masih bingung juga? Ok sebelum masuk ke Class A, coba ulangi lagi dari Class C, dan baca pelan-pelan
SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS A
Kalau sudah mantab dan paham, kita lanjut ke Class A. Konsepnya semua sama saja. Perbedaannya adalah di OKTET mana kita mainkan blok subnet. Kalau Class C di oktet ke 4 (terakhir), kelas B di Oktet 3 dan 4 (2 oktet terakhir), kalau Class A di oktet 2, 3 dan 4 (3 oktet terakhir). Kemudian subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class A adalah semua subnet mask dari CIDR /8 sampai /30.
Kita coba latihan untuk network address 10.0.0.0/16.
Analisa:
10.0.0.0 berarti kelas A, dengan Subnet Mask /16 berarti 11111111.11111111.00000000.00000000 (255.255.0.0).
Penghitungan:
1. Jumlah Subnet = 28 = 256 subnet
2. Jumlah Host per Subnet = 216 - 2 = 65534 host
3. Blok Subnet = 256 - 255 = 1. Jadi subnet lengkapnya: 0,1,2,3,4, etc.
4. Alamat host dan broadcast yang valid?
Subnet 10.0.0.0 10.1.0.0 … 10.254.0.0 10.255.0.0
Host Pertama 10.0.0.1 10.1.0.1 … 10.254.0.1 10.255.0.1
Host Terakhir 10.0.255.254 10.1.255.254 … 10.254.255.254 10.255.255.254
Broadcast 10.0.255.255 10.1.255.255 … 10.254.255.255 10.255.255.255
Mudah-mudahan setelah anda membaca paragraf terakhir ini, anda sudah memahami penghitungan subnetting dengan baik. Kalaupun belum paham juga, anda ulangi terus artikel ini pelan-pelan dari atas. Untuk teknik hapalan subnetting yang lebih cepat, tunggu di artikel berikutnya
Catatan: Semua penghitungan subnet diatas berasumsikan bahwa IP Subnet-Zeroes (dan IP Subnet-Ones) dihitung secara default. Buku versi terbaru Todd Lamle dan juga CCNA setelah 2005 sudah mengakomodasi masalah IP Subnet-Zeroes (dan IP Subnet-Ones) ini. CCNA pre-2005 tidak memasukkannya secara default (meskipun di kenyataan kita bisa mengaktifkannya dengan command ip subnet-zeroes), sehingga mungkin dalam beberapa buku tentang CCNA serta soal-soal test CNAP, anda masih menemukan rumus penghitungan Jumlah Subnet = 2x - 2
Sumber : romisatriawahono.net,

Tugas Ppengertian, Ciri-ciri, danBGP

A. Pengertian
1. Unicast merupakan transmisi jaringan point to point (one to one). Unicast mengirimkan data hanya pada satu buah client (per unit), jenis tranmisi ini tidak membebankan jaringan LAN yang digunakan
2. Broadcast merupakan transmisi one to all (satu ke semua). Transmisi broadcast server atau transmitter melakukan transmisi 1 buah jenis data yang sama ke seluruh client atau receiver pada jaringan secara serempak tanpa ada kesepakatan antara server dengan client
3. Multicast merupakan transmisi one to many (satu ke banyak) atau jaringan point to multipoint atau satu ke group pada satu jaringan. Pada multicast melakukan tansmisi dari 1 buah jenis data yang sama ke beberapa client atau 1 group (kumpulan beberapa client) dalam satu jaringan dengan kesepakatan antara server dengan client.
Pada model transmisi Multicast server atau transmitter melakukan transmisi 1 buah jenis data yang sama ke beberapa client atau receiver pada jaringan secara serempak dengan kesepakatan antara server dengan client

B. Ciri-ciri
1. RIP (Routing Information Protocol) adalah salah satu Dynamic Routing Protocol yang termasuk dalam katagori Distance Vector
Ciri-ciri :
a. RIP versi 1
- hanya mendukung routing classfull
- kurangnya dukungan untuk variabel panjang subnet masking (VLSM).
- semua subnets dalam jaringan kelas harus memiliki ukuran yang sama
- Routing update periodik yang tidak membawa subnet informasi.

b. RIP versi 2
- mendukung routing classfull dan routing classless
- info subnet dimasukkan dalam perbaikan routing
- mendukung VLSM (Variabel Length Subnet Mask)
- perbaikan routing multicast
- Kemampuan baru :
a. Tag _untuk rute eksternal,
b. Subnet mask,
c. Alamat hop berikutnya,
d. Autentikasi

2. OSPF (Open Shortest Path First) adalah dinamis routing protokol untuk digunakan dalam Internet Protocol (IP) jaringan.Ciri-ciri :
- OSPF dapat menangani routing jaringan TCP/IP yang besar dan membuat hirarki
routing dengan membagi jaringan menjadi beberapa area.
- Jalur Internet Protocol (IP) paket hanya dalam satu domain routing (sistem otonom).
- Proses dasar routing OSPF adalah menghidupkan adjency, proses flooding, dan
perhitungan table routing.
- Merupakan open standard protokol routing yang dijelaskan di RFC 2328.
- Menggunakan algoritma SPF untuk menghitung cost terendah.
- Update routing dilakukan secara floaded saat terjadi perubahan topologi jaringan.
- OSPF adalah linkstate protokol dimana dapat memelihara rute dalam dinamik network struktur dan dapat dibangun beberapa bagian dari subnetwork.
- OSPF lebih effisien daripada RIP.
- Antara RIP dan OSPF menggunakan di dalam Autonomous System ( AS ).
-. Menggunakan protokol broadcast.

3. EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol) merupakan protokol IOS yang hanya digunakan untuk router cisco.yang merupakan pengembangan dari IGRP
- Satu-satunya protokol routing yang menggunakan route backup. Selain memaintain tabel routing terbaik, EIGRP juga menyimpan backup terbaik untuk setiap route sehingga setiap kali terjadi kegagalan pada jalur utama, maka EIGRP menawarkan jalur alternatif tanpa menunggu waktu convergence.
- Mudah dikonfigurasi semudah RIP.
- Summarization dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja. Pada OSPF summarization hanya bisa dilakukan di ABR dan ASBR.
- EIGRP satu-satunya yang dapat melakukan unequal load balancing.
- Kombinasi terbaik dari protokol distance vector dan link state.
- Mendukung multiple protokol network (IP, IPX, dan lain-lain).
- EIGRP akan mengirimkan hello packet untuk mengetahui apakah router-router tetangganya masih hidup atau mati.

4. IGRP (Interior Gateway Routing Protocol) adalah routing protokol distance vector yang
dibuat oleh Cisco. IGRP mengirimkan update routing setiap interval 90 detik. Update ini advertise semua jaringan dalam AS
Ciri-ciri :
- Secara otomatis dapat menangani topologi yang komplek,

- Kemampuan ke segmen dengan bandwidth dan delay yang berbeda,

- Skalabilitas, untuk fungsi jaringan yang besar.

5. BGP (Border Gateway Protocol) adalah protokol routing inti dari internet yg digunakan untuk melakukan pertukaran informasi routing antar jaringan
- BGP merupakan satu-satunya routing protocol yang dapat digunakan untuk menghubungkan dua organisasi besar yang berbeda kepentingan.
- . Ia bekerja dengan cara memetakan sebuah tabel IP network yang menunjuk ke jaringan yg dapat dicapai antar Autonomous System (AS).
- BGP mendukung Class Inter-Domain Routing dan menggunakan route aggregation untuk mengurangi ukuran tabel routing

OSI 7 LAYER

Model OSI

Model referensi jaringan terbuka OSI atau OSI Reference Model for open networking adalah sebuah model arsitektural jaringan yang dikembangkan oleh badan International Organization for Standardization (ISO) di Eropa pada tahun 1977. OSI sendiri merupakan singkatan dari Open System Interconnection. Model ini disebut juga dengan model "Model tujuh lapis OSI" (OSI seven layer model).
Layer 1 Physical layer Berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti halnya Ethernet atau Token Ring), topologi jaringan dan pengabelan. Selain itu, level ini juga mendefinisikan bagaimana Network Interface Card (NIC) dapat berinteraksi dengan media kabel atau radio.
Contoh
ISDN
(Integrated Services Digital Network) adalah suatu sistem telekomunikasi di mana layanan antara data, suara, dan gambar diintegrasikan ke dalam suatu jaringan, yang menyediakan konektivitas digital ujung ke ujung untuk menunjang suatu ruang lingkup pelayanan yang luas.
HUB
HUB adalah sebuah alat yang digunakan dalam jaringan LAN yang bekerja di OSI pada layer Physical layer. Hub berfungsi sebagai konsentrator yaitu digunakan untuk menghubungkan 2 atau lebih komputer yag ada pada jaringan LAN yang menggunaan topologi star. disini hub tidak melakukan traffic control jadi jika terlalu banyak port yang ada pada hub tersebut digunakan akan mengaibatkan kinerja hub turun hal ini terjadi karena sering terjadinya collision antara ethernet.

Repeater
Merupakan sebuah device yang meregenerasi/menghasilkan kembali sinyal yang ditransmisikan pada kabel. Repeater mengijinkan sinyal untuk mengalir diluar batas keterbatasan panjang kabel. Sebuah repeater tidak melakukan translasi atau filterisasi paket.
Media transmisi
Media Transmisi adalah media yang digunakan sebagai penghubung antara pengirim dan penerima, untuk melintaskan isyarat, dan isyarat inilah yang akan dimanipulasi dengan berbagai macam cara dan akan diubah kembali menjadi data.


Layer 2 Data-link layer berfungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut sebagai frame. Selain itu, pada level ini terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat keras (seperti halnya Media Access Control Address (MAC Address)), dan menetukan bagaimana perangkat-perangkat jaringan seperti hub, bridge, repeater, dan switch layer 2 beroperasi. Spesifikasi IEEE 802, membagi level ini menjadi dua level anak, yaitu lapisan Logical Link Control (LLC) dan lapisan Media Access Control (MAC).
Contoh

Bridge
Bridge adalah alat yang digunakan pada suatu jaringan yang berfungsi untuk memisahkan sebuah jaringan yang luas menjadi segment yang lebih kecil. bridge membaca alamat MAC (media access control0 dari setiap paket data yang diterima yang kemudian akan mempelajari dridging table untuk memutuskan apa yang akan dikerjakan bridge selanjutnya pada paket data tersebut, apakah diteruskan atau di abaikan. jika switch menpunyai domein collision sendiri-sendiri disetiap portnya, begitu juga dengan bridge memiliki domain collision ttetepi ia juga dapat membaginya dari sebuah domain collision yang besar menjadi yang lebih kecil, dah bridge hanya akan melewatkan paket data antar segment - segment jika hanya segment itu sangat diperlukan.
Media Access Control
MAC adalah sebuah metode untuk mentransmisikan sinyal yang dimiliki oleh node-node yang terhubung ke jaringan tanpa terjadi konflik.
Switch
Switch Sebuah alat yang menyaring/filter dan melewatkan(mengijinkan lewat) paket yang ada di sebuah LAN. switcher bekerja pada layer data link (layer 2) dan terkadang di Network Layer (layer 3) berdasarkan referensi OSI Layer Model. sehingga dapat bekerja untuk paket protokol apapun. LAN yang menggunakan Switch untuk berkomunikasi di jaringan maka disebut dengan Switched LAN atau dalam fisik ethernet jaringan disebut dengan Switched Ethernet LAN.

Layer 3 Network layer Berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat header untuk paket-paket, dan kemudian melakukan routing melalui internetworking dengan menggunakan router dan switch layer-3.
Contoh
Alamat IP
(Internet Protocol Address atau sering disingkat IP) adalah deretan angka biner antar 32-bit sampai 128-bit yang dipakai sebagai alamat identifikasi untuk tiap komputer host dalam jaringan Internet. Panjang dari angka ini adalah 32-bit (untuk IPv4 atau IP versi 4), dan 128-bit (untuk IPv6 atau IP versi 6) yang menunjukkan alamat dari komputer tersebut pada jaringan Internet berbasis TCP/IP.
Internet Control Message Protocol (ICMP)
adalah salah satu protokol inti dari keluarga protokol internet. ICMP utamanya digunakan oleh sistem operasi komputer jaringan untuk mengirim pesan kesalahan yang menyatakan, sebagai contoh, bahwa komputer tujuan tidak bisa dijangkau.
ICMP berbeda tujuan dengan TCP dan UDP dalam hal ICMP tidak digunakan secara langsung oleh aplikasi jaringan milik pengguna. salah satu pengecualian adalah aplikasi ping yang mengirim pesan ICMP Echo Request (dan menerima Echo Reply) untuk menentukan apakah komputer tujuan dapat dijangkau dan berapa lama paket yang dikirimkan dibalas oleh komputer tujuan.
Routing Information Protocol (RIP)
adalah sebuah protokol routing dinamis yang digunakan dalam jaringan berbasis lokal dan luas. Karena itu protokol ini diklasifikasikan sebagai interior gateway protocol (IGP). Protokol ini menggunakan algoritma routing distance-vector. Pertama kali didefinisikan dalam RFC 1058 (1988). Protokol ini telah dikembangkan beberapa kali, sehingga terciptalah RIP Versi 2 (RFC 2453). Kedua versi ini masih digunakan sampai sekarang, meskipun begitu secara teknis mereka telah dianggap usang oleh teknik-teknik yang lebih maju, seperti Open Shortest Path First (OSPF) dan protokol OSI IS-IS. RIP juga telah diadaptasi untuk digunakan dalam jaringan IPv6, yang dikenal sebagai standar RIPng (RIP generasi berikutnya), yang diterbitkan dalam RFC 2080 (1997).
Address Resolution Protocol
disingkat ARP adalah sebuah protokol dalam TCP/IP Protocol Suite yang bertanggungjawab dalam melakukan resolusi alamat IP ke dalam alamat Media Access Control (MAC Address). ARP didefinisikan di dalam RFC 826.
IPX
(Internetwork Packet Exchange) adalah protokol jaringan komputer yang digunakan oleh sistem operasi Novell NetWare pada akhir dekade 1980an hingga pertengahan dekade 1990an. IPX adalah protokol komunikasi tanpa koneksi (connectionless), seperti halnya Internet Protocol dan User Datagram Protocol pada kumpulan protokol TCP/IP. Selain membutuhkan protokol IPX, Novell Netware juga membutuhkan protokol tingkat tinggi bernama Sequenced Packet Exchange (SPX) dan Network Control Protocol (NCP). Protokol ini diturunkan oleh Novell dari protokol IDP yang terdapat di dalam Xerox Network Services.

Layer 4 Transport layer Berfungsi untuk memecah data ke dalam paket-paket data serta memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima. Selain itu, pada level ini juga membuat sebuah tanda bahwa paket diterima dengan sukses (acknowledgement), dan mentransmisikan ulang terhadp paket-paket yang hilang di tengah jalan.
Contoh
Transmission Control Protocol
(TCP) adalah suatu protokol yang berada di lapisan transpor (baik itu dalam tujuh lapis model referensi OSI atau model DARPA) yang berorientasi sambungan (connection-oriented) dan dapat diandalkan (reliable). TCP dispesifikasikan dalam RFC 793.


Network Basic Input/Output System
NetBIOS menyediakan layanan input/output untuk mendukung aplikasi klien/server dalam sebuah jaringan. Dari pandangan arsitektural

Address Resolution Protocol
ARP adalah sebuah protokol dalam TCP/IP Protocol Suite yang bertanggungjawab dalam melakukan resolusi alamat IP ke dalam alamat Media Access Control (MAC Address). ARP didefinisikan di dalam RFC 826.
Internetwork Packet Exchange/Sequenced Packet Exchange
Internetwork Packet Exchange/Sequenced Packet Exchange IPX/SPX mempunyai fungsi utama sebagai media transmisi data dan menjamin validitas data yang ditransmisikan oleh IPX sehingga data yang dikirim tidak mengalami gangguan ataupun terjadi kerusakan pada data.
NetBIOS Extended User Interface
NetBEUI merupakan protokol utama yang digunakan dalam LAN Manager dan Windows for Workgroups. Protokol ini juga cukup gegas dan efisien. Protokol ini mendukung komunikasi dengan cara connection-oriented (seperti halnya melakukan pemetaan drive di jaringan) atau connectionless (seperti halnya melakukan registrasi nama NetBIOS atau resolusi nama NetBIOS.

Layer 5 Session layer Berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau dihancurkan. Selain itu, di level ini juga dilakukan resolusi nama.
Contoh
Sistem berkas jaringan (network file system disingkat NFS)
adalah sebuah kumpulan protokol yang digunakan untuk mengakses beberapa sistem berkas melalui jaringan. Spesifikasi NFS didefinisikan dalam RFC 1094.
SQL (Structured Query Language)
adalah sebuah bahasa yang dipergunakan untuk mengakses data dalam basis data relasional.

Layer 6 Presentation layer Berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. Protokol yang berada dalam level ini adalah perangkat lunak redirektor (redirector software), seperti layanan Workstation (dalam Windows NT) dan juga Network shell (semacam Virtual Network Computing (VNC) atau Remote Desktop Protocol (RDP)).
Contoh
American Standard Code for Information Interchange
merupakan suatu standar internasional dalam kode huruf dan simbol seperti Hex dan Unicode tetapi ASCII lebih bersifat universal.
Joint Photographic Experts Group (JPEG)
adalah format gambar yang banyak digunakan untuk menyimpan gambar-gambar dengan ukuran lebih kecil


Musical Instrument Digital Interface (MIDI)
adalah sebuah standar hardware dan software internasional untuk saling bertukar data (seperti kode musik dan MIDI Event) di antara perangkat musik elektronik dan komputer dari merek yang berbeda.
EBCDIC (Extended Binary Coded Decimal Interchange Code)
adalah kode 8 - bit untuk huruf yang dipakai pada sistem operasi komputer merk IBM, seperti z/OS, OS/390, VM, VSE, OS/400, dan i5/OS.
Graphics Interchange Format (GIF)
merupakan salah satu format gambar yang banyak digunakan. Mampu menayangkan maksimum sebanyak 256 warna karena format GIF menggunakan 8-bit untuk setiap pixel-nya.

Layer 7 Application layer Berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan. Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah HTTP, FTP, SMTP, dan NFS.
POP3 (Post Office Protocol version 3)
adalah protokol yang digunakan untuk mengambil surat elektronik (email) dari server email.
SMTP (Simple Mail Transfer Protocol)
merupakan salah satu protokol yang umum digunakan untuk pengiriman surat elektronik di Internet. Protokol ini dipergunakan untuk mengirimkan data dari komputer pengirim surat elektronik ke server surat elektronik penerima.
FTP (singkatan dari File Transfer Protocol)
adalah sebuah protokol Internet yang berjalan di dalam lapisan aplikasi yang merupakan standar untuk pentransferan berkas (file) komputer antar mesin-mesin dalam sebuah internetwork.
HTTP (Hypertext Transfer Protocol,
lebih sering terlihat sebagai http) adalah protokol yang dipergunakan untuk mentransfer dokumen dalam World Wide Web (WWW). Protokol ini adalah protokol ringan, tidak berstatus dan generik yang dapat dipergunakan berbagai macam tipe dokumen.
Telnet (Telecommunication network)
adalah sebuah protokol jaringan yang digunakan di koneksi Internet atau Local Area Network. TELNET dikembangkan pada 1969 dan distandarisasi sebagai IETF STD 8, salah satu standar Internet pertama. TELNET memiliki beberapa keterbatasan yang dianggap sebagai risiko keamanan.

Windows dalam VMware

Windows dalam VMware
Instalasi Windows XP sebagai Sistem Operasi Tamu
Anda dapat menginstal Windows XP Home Edition atau Windows XP Professional dalam mesin virtual menggunakan CD instalasi penuh.
Sebelum menginstal sistem operasi, pastikan bahwa Anda telah menciptakan mesin virtual yang baru dan dikonfigurasi dengan menggunakan New Virtual Machine Wizard.
Catatan: Untuk menggunakan disk SCSI di Windows XP mesin virtual, Anda memerlukan driver SCSI khusus yang tersedia di bagian download dari situs Web VMware. Ikuti petunjuk pada situs Web untuk menggunakan driver dengan instalasi baru Windows XP.

1. Jika Anda suka, Anda dapat memasukkan CD Windows XP di CD-ROM
Anda dapat bergantian terhubung ke citra ISO disk instalasi. Lihat Menghubungkan CD-ROM atau Floppy Drive ke Image File.
Catatan: Jika Anda berencana untuk menggunakan PXE server untuk menginstal sistem operasi tamu melalui sambungan jaringan, Anda tidak memerlukan media instalasi sistem operasi. Ketika Anda kekuatan pada mesin virtual pada langkah berikutnya, mesin virtual mendeteksi server PXE.

Workstation mendeteksi sebuah server PXE boot




2. Power pada mesin virtual untuk mulai menginstal Windows XP.









3. Ikuti langkah-langkah instalasi Windows XP seperti yang Anda lakukan untuk komputer fisik.












4. Ketika installer selesai, Anda memiliki mesin virtual yang menjalankan Windows XP.
Jangan lupa untuk menginstal VMware Tools, seperti dijelaskan dalam bagian berikutnya.